Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Laboratorium menghadirkan momentum berharga bagi pengembangan bakat mahasiswa. Pada Senin hingga Rabu, 31 Maret 2026, kampus yang berlokasi strategis di pusat kota Kendari ini menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang melibatkan seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf administrasi.
Acara tahunan yang telah menjadi tradisi di Universitas Muhammadiyah Kendari ini menampilkan berbagai cabang olahraga modern dan tradisional, pertunjukan seni yang memukau, serta pameran budaya lokal Sulawesi Tenggara. Dengan tema “Generasi Berkarakter: Sehat Jiwa, Kuat Raga, Budaya Lestari,” festival ini dirancang sebagai sarana pembangunan karakter integral bagi generasi muda akademik.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai unit yang bertanggung jawab atas pengembangan penelitian dan ekstrakurikuler mahasiswa, telah merencanakan festival ini selama enam bulan terakhir. Menurut informasi dari pihak kampus, festival olahraga dan seni budaya bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan merupakan bagian integral dari pengembangan student wellbeing dan karakter mahasiswa yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
“Kami percaya bahwa pendidikan holistik tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kesehatan fisik, dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal,” ujar Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Si., Ketua Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam keterangan resmi yang diterima media kampus pada 28 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dr. Nurjanah menjelaskan bahwa festival ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan prestasi dan bakat mereka di luar ruang kelas. “Kami ingin menciptakan ekosistem akademik yang sehat, di mana mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik, emosional, dan kaya akan apresiasi budaya,” tambahnya.
Penyelenggaraan festival ini juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter mulia, dan responsive terhadap kebutuhan masyarakat lokal. Dalam konteks yang lebih luas, acara ini merupakan bagian dari program pengembangan soft skills mahasiswa yang menjadi fokus utama rektorat.
Cabang Olahraga dan Kompetisi yang Diselenggarakan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menampilkan berbagai cabang olahraga yang menghadirkan kompetisi seru dan meriah. Panitia telah menyiapkan 12 cabang olahraga yang mencakup disiplin ilmu modern dan tradisional, dengan total peserta lebih dari 450 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi.
Cabang-cabang olahraga yang dijadwalkan antara lain futsal, bola basket, bola voli, sepak bola, badminton, tenis meja, catur, sepeda motor cross (motocross), pencak silat, renang, atletik, dan olahraga tradisional Sulawesi yang dikenal dengan nama “Patunu” (permainan tarik-tambang dengan aturan adat lokal).
Setiap cabang olahraga dirancang dengan sistem kompetisi yang fair dan inklusif. Panitia menyediakan mekanisme seleksi yang memungkinkan mahasiswa dari semua tingkat kemampuan untuk berpartisipasi. “Kami tidak hanya mengedepankan prestasi, tetapi juga partisipasi dan semangat kebersamaan. Setiap fakultas memiliki kesempatan yang sama untuk meraih medali dan juara umum,” jelas Budi Santoso, S.Pd., M.Or., Koordinator Cabang Olahraga, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Aula Unit Laboratorium pada 29 Maret 2026.
Menurut Santoso, persiapan fisik dan mental telah dilakukan melalui pelatihan intensif selama tiga bulan sebelumnya. Setiap fakultas, antara lain Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, serta Fakultas Kesehatan, telah membentuk tim olahraga dengan pelatih profesional.
Program Seni dan Budaya yang Memukau
Tidak kalah menariknya, rangkaian acara seni dan budaya menjadi daya tarik utama festival ini. Panitia telah mengundang berbagai group seni tradisional dari Kendari dan sekitarnya untuk menampilkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara.
Program seni dan budaya mencakup pertunjukan musik tradisional Sulawesi, tarian Poco-Poco yang terkenal itu, seni lukis, pameran batik lokal, fashion show dengan menggunakan pakaian adat Buton dan Tolaki, serta pameran fotografi yang menampilkan keindahan alam Kendari. Selain itu, terdapat juga kompetisi seni yang melibatkan mahasiswa, seperti menyanyi, menari, baca puisi, dan teater mini.
“Program seni budaya kami rancang untuk tidak hanya menampilkan pertunjukan semata, tetapi juga edukasi bagi seluruh mahasiswa tentang pentingnya pelestarian warisan budaya lokal,” ujar Hj. Rina Widyastuti, M.Sn., Kepala Seksi Seni dan Budaya Unit Laboratorium, dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Rina menambahkan bahwa festival ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan seniman tradisional dan praktisi budaya lokal. “Kami mengundang langsung master/empu dari komunitas seni tradisional di Kendari. Mereka akan membimbing mahasiswa secara langsung tentang teknik dan makna filosofis di balik setiap seni pertunjukan,” katanya.
Pameran budaya yang diselenggarakan di lapangan terbuka Unit Laboratorium juga menampilkan UMKM lokal yang menjual kerajinan tangan, batik, dan produk makanan khas Kendari. Dengan cara ini, festival juga memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas lokal sekitar kampus.
Testimoni dan Antusiasme Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa terhadap penyelenggaraan festival ini sangat tinggi. Berbagai program studi telah melakukan persiapan matang dalam menghadapi kompetisi dan pertunjukan.
Salsabila Putri Insani, mahasiswa semester 4 dari Fakultas Hukum yang menjadi kapten tim bola voli putri Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kegembiraan timnya mengikuti festival ini. “Kami sudah mempersiapkan diri selama tiga bulan dengan latihan rutin empat kali seminggu. Target kami adalah meraih medali emas di cabang bola voli putri. Selain itu, festival ini memberikan kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Hukum tidak hanya pintar menganalisis kasus, tetapi juga bugar dan disiplin dalam olahraga,” ujarnya dengan penuh semangat saat ditemui di lapangan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 30 Maret 2026.
Sementara itu, Ardian Mukti Nugroho, mahasiswa semester 5 dari Fakultas Teknik yang akan tampil dalam pertunjukan seni teater mini bertemakan “Perjalanan Seorang Insinyur Muda”, menyatakan bahwa festival ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas di luar mata kuliah reguler.
“Saya merasa bahwa menjadi mahasiswa teknik bukan hanya tentang menghitung dan mendesain, tetapi juga tentang mengembangkan rasa seni dan sensitivitas sosial. Melalui teater mini ini, saya dan teman-teman ingin menyampaikan pesan bahwa profesi insinyur harus juga memiliki nuansa kemanusiaan,” jelasnya.
Dampak dan Manfaat Bagi Mahasiswa
Penyelenggaraan festival olahraga dan seni budaya ini diharapkan memiliki dampak positif multidimensional bagi mahasiswa dan institusi. Dari aspek kesehatan, festival ini mendorong gaya hidup sehat melalui partisipasi aktif dalam berbagai cabang olahraga.
Dari aspek karakter dan kepemimpinan, mahasiswa yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan festival belajar tentang disiplin, kerja sama tim, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Berbagai pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.
Dari aspek sosial budaya, festival ini memperkuat ikatan mahasiswa dengan komunitas lokal dan melestarikan warisan budaya Sulawesi Tenggara. Mahasiswa memiliki kesempatan langsung untuk belajar dari seniman lokal dan praktisi budaya tradisional.
“Dampak jangka panjang yang kami harapkan adalah terbentuknya alumni Universitas Muhammadiyah Kendari yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tinggi, tetapi juga karakter kuat, sehat, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal,” kata Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan tertulis yang diterima redaksi pada 31 Maret pagi.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Acara ini bukan hanya sekadar perlombaan dan hiburan, tetapi merupakan bagian integral dari strategi pengembangan karakter dan soft skills generasi muda akademik.
Dengan melibatkan ratusan mahasiswa, berbagai komunitas seni lokal, dan seluruh civitas akademika, festival ini menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan inklusif. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain dan memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pengembangan sumber daya manusia berkualitas di kawasan Sulawesi Tenggara.
—
Jumlah kata: 1.847 kata