Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar program revitalisasi komprehensif di Unit Laboratorium kampus pada Sabtu, 19 April 2026. Inisiatif tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas, dengan target meningkatkan aksesibilitas dan kualitas fasilitas laboratorium bagi seluruh mahasiswa.
Program yang diberi nama “Lab Innovation Initiative 2026” ini menandai komitmen serius BEM dalam meningkatkan standar pendidikan praktik di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kegiatan berlangsung di kompleks Unit Laboratorium yang terletak di area kampus utama Jalan Sultan Hasanuddin, melibatkan lebih dari 150 peserta dari berbagai latar belakang organisasi mahasiswa.
Latar Belakang Inisiatif Revitalisasi
Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan fasilitas penunjang akademik yang melayani berbagai program studi, mulai dari Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Teknik, hingga Fakultas Kesehatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas ini menghadapi tantangan signifikan berkaitan dengan keterbatasan peralatan modern, kurangnya sistem manajemen digital, dan terbatasnya sumber daya manusia yang terlatih.
Observasi awal yang dilakukan oleh Tim Audit Internal BEM pada kuartal pertama 2026 mengidentifikasi beberapa masalah krusial. Di antaranya adalah ketidaksesuaian dengan standar keselamatan kerja laboratorium internasional, inventarisasi peralatan yang masih manual, dan minimnya program pelatihan berkelanjutan bagi pengguna laboratorium.
“Kami menemukan bahwa rata-rata mahasiswa tidak mendapatkan orientasi keselamatan kerja yang memadai sebelum menggunakan fasilitas laboratorium. Selain itu, beberapa peralatan sudah melampaui masa layanan optimal,” ungkap Dian Hartono, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam penjelasan awal acara pada pagi hari, 19 April 2026.
Kondisi tersebut mendorong BEM untuk mengajukan proposal revitalisasi kepada pimpinan universitas. Menariknya, proposal ini tidak hanya fokus pada aspek fisik infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi sumber daya manusia, tata kelola, dan keberlanjutan program.
Elemen-Elemen Program Revitalisasi
Program “Lab Innovation Initiative 2026” dirancang dalam empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar pertama adalah pembaruan infrastruktur dan peralatan laboratorium dengan standar internasional. BEM telah mengidentifikasi kebutuhan akan 25 unit peralatan baru yang akan didatangkan dari supplier terpercaya dengan sertifikasi ISO.
Pilar kedua mencakup pengembangan sistem manajemen laboratorium berbasis teknologi informasi. Mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika telah merancang aplikasi booking online untuk fasilitas laboratorium yang akan memudahkan proses reservasi ruang dan peralatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring perawatan peralatan dan tracking inventaris real-time.
“Kami telah mengembangkan prototype aplikasi ‘LabConnect’ yang memungkinkan mahasiswa untuk memesan waktu penggunaan laboratorium melalui smartphone mereka. Fitur ini akan mengurangi antrian dan meningkatkan efisiensi waktu belajar praktik,” jelas Rinto Wijaya, Ketua Divisi Teknologi dan Inovasi BEM, seraya mendemonstrasikan aplikasi kepada peserta program.
Pilar ketiga adalah program pelatihan intensif untuk mahasiswa dan staf laboratorium. BEM telah merancang serangkaian workshop yang akan diselenggarakan setiap bulan dengan menghadirkan instruktur profesional dari institusi terkemuka. Topik pelatihan mencakup keselamatan kerja laboratorium, pengoperasian peralatan modern, teknik dokumentasi data ilmiah, dan etika penelitian.
Pilar keempat adalah pengembangan budaya inovasi dan penelitian di Unit Laboratorium. BEM merencanakan untuk membentuk “Innovation Lab Club” yang akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan proyek penelitian mini dengan bimbingan dosen dan dukungan fasilitas laboratorium yang ditingkatkan.
Respons dan Dukungan Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ismail, M.T., menghadiri pembukaan resmi program pada pukul 10.00 WITA. Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi inisiatif BEM dan menyatakan komitmen penuh universitas untuk mendukung keberhasilan program.
“Saya sangat terkesan dengan maturity dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh BEM dalam merancang program ini. Ini bukan sekadar aktivitas organisasi mahasiswa, tetapi representasi nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pendidikan di institusi kita,” ucap Prof. Ismail dalam sambutannya yang dihadiri oleh dosen, staf administrasi, dan mahasiswa.
Lebih lanjut, Rektor mengumumkan alokasi dana khusus dari APBN universitas sebesar Rp 450 juta untuk mendukung fase pertama revitalisasi. Dana ini akan digunakan untuk pembelian peralatan laboratorium, lisensi software aplikasi LabConnect, dan honorarium instruktur workshop pelatihan.
“Investasi ini adalah investasi pada masa depan institusi kita. Mahasiswa yang terlatih dengan baik dan fasilitas yang memadai akan menghasilkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja nasional dan internasional,” lanjut Prof. Ismail dengan penuh keyakinan.
Dr. Siti Nurhaliza, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, juga memberikan dukungan penuh. Dalam wawancara khusus dengan redaksi, Dr. Nurhaliza menekankan pentingnya kolaborasi antara pimpinan universitas dan organisasi mahasiswa dalam mendorong inovasi institusional.
“BEM telah menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan universitas. Program ini adalah bukti bahwa mahasiswa tidak hanya pengguna pasif fasilitas, tetapi juga agen aktif dalam transformasi institusional,” ujar Dr. Nurhaliza.
Partisipasi Organisasi Mahasiswa Lainnya
Selain BEM, berbagai organisasi mahasiswa lainnya turut berpartisipasi aktif dalam program revitalisasi. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kimia, HMPS Biologi, HMPS Teknik Mesin, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengirimkan delegasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek program.
HMPS Kimia, misalnya, memberikan masukan teknis mengenai peralatan laboratorium yang dibutuhkan untuk mendukung kurikulum program studi mereka. Sementara itu, HMPS Teknik Mesin terlibat dalam perancangan tata letak ulang ruang laboratorium untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.
“Kolaborasi antar organisasi mahasiswa ini menunjukkan bahwa kami memiliki visi bersama untuk meningkatkan kualitas akademik. Bukan hanya kompetisi, tetapi kolaborasi konstruktif untuk kepentingan bersama,” komentar Slamet Budiono, Ketua HMPS Kimia, yang hadir dalam acara tersebut.
Jadwal Implementasi dan Target Capaian
Program revitalisasi dirancang dalam tiga fase dengan timeline yang jelas. Fase pertama, berlangsung April hingga Agustus 2026, berfokus pada pembelian dan instalasi peralatan laboratorium baru serta finalisasi aplikasi LabConnect. Target fase ini adalah pengadaan 80 persen dari total peralatan yang direncanakan.
Fase kedua, September hingga Desember 2026, akan difokuskan pada pelaksanaan program pelatihan intensif dan soft launching aplikasi LabConnect kepada komunitas pengguna laboratorium. Direncanakan akan diselenggarakan minimal delapan workshop dengan topik yang beragam dan menghadirkan narasumber dari institusi pendidikan tinggi lain.
Fase ketiga, Januari hingga April 2027, merupakan konsolidasi dan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program. Pada fase ini, akan dilakukan survey kepuasan pengguna laboratorium, audit terhadap penggunaan peralatan, dan penyusunan rekomendasi untuk tahap pengembangan selanjutnya.
“Kami menargetkan pada akhir 2026, Unit Laboratorium kami akan menjadi model laboratorium modern di tingkat universitas swasta di Sulawesi Tenggara. Target ambisius? Ya, tetapi kami percaya bahwa dengan dedikasi dan kolaborasi, target ini dapat dicapai,” ujar Dian Hartono dengan optimisme.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Revitalisasi Unit Laboratorium diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Dari perspektif mahasiswa, peningkatan fasilitas dan sistem manajemen laboratorium akan meningkatkan pengalaman belajar praktis mereka.
Dengan aplikasi LabConnect yang memudahkan booking dan monitoring, mahasiswa dapat mengoptimalkan waktu belajar mereka tanpa menghabiskan waktu untuk antrian atau mencari informasi ketersediaan peralatan. Pelatihan berkelanjutan juga akan meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman mahasiswa tentang keselamatan kerja laboratorium.
Dari perspektif institusi, program ini akan meningkatkan reputasi universitas sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan berkomitmen pada peningkatan kualitas berkelanjutan. Fasilitas laboratorium yang modern dan termanajemen dengan baik juga akan menarik minat calon mahasiswa baru dan meningkatkan daya saing universitas.
“Program ini juga menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan skill kepemimpinan dan project management. BEM tidak hanya mengorganisir, tetapi juga mengedukasi mahasiswa lain tentang pentingnya inovasi dan continuous improvement,” tambah Dr. Nurhaliza dalam kesimpulannya.
Penutup
Program “Lab Innovation Initiative 2026” yang diluncurkan oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 mencerminkan komitmen nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di institusi mereka. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan partisipasi aktif dari berbagai organisasi mahasiswa, program ini memiliki potensi besar untuk mentransformasi Unit Laboratorium menjadi fasilitas akademik kelas dunia.
Keberhasilan program ini juga membuka paradigma baru tentang peran organisasi mahasiswa dalam pengembangan institusional pendidikan tinggi. Bukan hanya sebagai organisasi sosial atau keagamaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang meningkatkan kualitas akademik.
Ke depannya, komunitas akademik Universitas Muhammadiyah Kendari menunggu implementasi program ini dengan antusiasme tinggi. Jika berjalan sesuai rencana, program revitalisasi ini dapat menjadi best practice yang dapat ditiru oleh institusi pendidikan lainnya dalam meningkatkan fasilitas laboratorium mereka.
(Berita ini disusun berdasarkan observasi lapangan di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026, serta wawancara dengan berbagai narasumber dari pimpinan universitas, BEM, dan organisasi mahasiswa)
—
JUMLAH KATA: 1.847 kata