Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) melalui Unit Laboratorium resmi meluncurkan program modernisasi komprehensif yang mencakup pembaruan peralatan laboratorium dan implementasi kurikulum praktikum terintegrasi pada Senin, 31 Maret 2026. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan mempersiapkan lulusan yang kompeten menghadapi tuntutan industri global.
Program modernisasi yang diselenggarakan di Gedung Laboratorium Terpadu Kampus Utama Unismuh Kendari ini menandai era baru dalam penyelenggaraan kegiatan akademik praktikum di perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara tersebut. Dengan investasi mencapai 2,8 miliar rupiah, Unit Laboratorium Unismuh Kendari telah mengadakan lebih dari 150 unit peralatan laboratorium modern yang akan diintegrasikan dalam 12 program studi dari berbagai fakultas.
Latar Belakang dan Konteks Pentingnya Modernisasi
Laboratorium merupakan jantung pembelajaran praktis di perguruan tinggi. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keunggulan akademik, Unismuh Kendari menyadari bahwa kualitas pembelajaran praktikum menjadi faktor krusial dalam menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia kerja. Selama lima tahun terakhir, Unit Laboratorium mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa, yakni dari 2.400 mahasiswa menjadi 4.200 mahasiswa yang mengakses fasilitas laboratorium setiap semesternya.
“Pertumbuhan jumlah mahasiswa ini tentu membawa tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas pembelajaran praktikum,” ungkap Dr. Hendra Sutrisno, Direktur Unit Laboratorium Unismuh Kendari, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 01 April 2026. Kondisi ini mendorong manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan kurikulum praktikum yang ada.
Evaluasi tersebut mengungkapkan beberapa temuan penting. Pertama, sebagian besar peralatan laboratorium telah berusia lebih dari sepuluh tahun dan sudah tidak sesuai dengan standar industri terkini. Kedua, kurikulum praktikum masih bersifat fragmented dan belum terintegrasi lintas disiplin ilmu. Ketiga, belum ada standar operasional prosedur (SOP) yang komprehensif dan konsisten di semua laboratorium spesialistik.
Hasil evaluasi ini menjadi fondasi kuat bagi pimpinan Unismuh Kendari untuk mengalokasikan anggaran substansial guna modernisasi Unit Laboratorium. Keputusan ini sejalan dengan visi institusi untuk menjadi universitas terdepan dalam pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Komponen Utama Program Modernisasi
Program modernisasi yang diluncurkan pada akhir Maret 2026 ini mencakup tiga komponen utama yang saling terintegrasi. Pertama, pembaruan peralatan laboratorium dengan teknologi terkini. Tim pengadaan telah berhasil mengidentifikasi dan mengakuisisi peralatan-peralatan canggih yang tidak hanya modern tetapi juga relevan dengan kebutuhan kurikulum berbasis kompetensi.
Laboratorium Biologi Molekuler, misalnya, kini dilengkapi dengan peralatan Real-Time PCR terbaru dan DNA Sequencer berkualitas tinggi. Laboratorium Kimia Analitik mendapatkan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Sementara itu, Laboratorium Teknik Sipil dilengkapi dengan Universal Testing Machine dan peranti uji kuat tekan beton generasi terbaru.
“Setiap peralatan yang kami beli telah melalui proses kurasi yang ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik program studi,” jelas Dr. Hendra Sutrisno sambil menunjukkan daftar inventaris peralatan baru. “Kami tidak hanya membeli peralatan termahal, tetapi peralatan yang paling sesuai dengan pembelajaran praktikum mahasiswa kami.”
Komponen kedua adalah pengembangan kurikulum praktikum terintegrasi yang menghubungkan pembelajaran di berbagai mata kuliah dan program studi. Kurikulum baru ini dirancang dengan melibatkan dosen dari semua program studi dan melalui konsultasi dengan praktisi industri terpilih di Kendari dan sekitarnya.
“Kurikulum terintegrasi ini mengadopsi pendekatan problem-based learning di mana mahasiswa dihadapkan dengan kasus nyata dari industri dan harus menyelesaikannya menggunakan pengetahuan dan keterampilan lintas disiplin,” menjelaskan Prof. Ishak Ismail, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unismuh Kendari. Perubahan paradigma ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian spesialistik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan problem-solving yang kuat.
Komponen ketiga adalah standarisasi operasional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Unit Laboratorium telah menyusun SOP komprehensif untuk semua laboratorium spesialistik yang mencakup prosedur keselamatan, maintenance peralatan, hingga tata laksana data dan laporan praktikum.
Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Selain peralatan, program modernisasi juga mencakup perbaikan infrastruktur fisik laboratorium. Gedung Laboratorium Terpadu yang selesai dibangun pada akhir 2025 ini memiliki luas total 3.500 meter persegi dan dirancang dengan konsep green building yang ramah lingkungan.
Gedung ini dilengkapi dengan sistem ventilasi otomatis berstandar internasional, sistem pengelolaan limbah terintegrasi, ruang penyimpanan bahan kimia berbahaya yang aman, dan area emergency yang memenuhi standar keselamatan kerja. Selain itu, setiap laboratorium dilengkapi dengan monitor digital yang terhubung dengan sistem manajemen pembelajaran elektronik (e-learning) kampus.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya melakukan praktikum, tetapi juga mendokumentasikan proses belajarnya secara digital sehingga pembelajaran dapat terus berlanjut di luar jam praktikum,” ungkap Ir. Bambang Suryanto, Kepala Bagian Infrastruktur Unit Laboratorium, saat menunjukkan salah satu laboratorium yang telah direvitalisasi.
Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Program modernisasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkompeten. Oleh karena itu, Unit Laboratorium telah merancang program pelatihan intensif bagi 45 laboran dan 78 dosen yang akan terlibat dalam kegiatan praktikum.
Pelatihan ini mencakup tiga aspek utama: teknis pengoperasian peralatan baru, metodologi pembelajaran praktikum berbasis problem-based learning, dan protokol keselamatan kerja laboratorium standar internasional. Sebagian dari tenaga laboratorium juga akan dikirimkan ke institusi pendidikan di Jakarta dan Surabaya untuk pelatihan spesialistik.
“Kami percaya bahwa investasi pada sumber daya manusia sama pentingnya dengan investasi pada peralatan,” tegas Dr. Hendra Sutrisno. “Laboran dan dosen yang berkompeten adalah kunci kesuksesan program modernisasi ini.”
Dampak Akademik dan Ekspektasi Jangka Panjang
Program modernisasi Unit Laboratorium Unismuh Kendari diproyeksikan akan membawa dampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran praktikum dan outcome pendidikan. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran praktikum akan tercermin dari peningkatan skor kompetensi praktikum mahasiswa.
Berdasarkan target yang ditetapkan, diharapkan rata-rata nilai kompetensi praktikum mahasiswa meningkat dari 72 poin menjadi 82 poin dalam satu tahun ajaran ke depan. Kedua, integrasi kurikulum praktikum lintas disiplin diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam problem-solving dan critical thinking.
“Mahasiswa akan terbiasa menghadapi kasus-kasus kompleks yang memerlukan pengetahuan dari berbagai bidang untuk menyelesaikannya,” jelas Prof. Ishak Ismail. Ketiga, peningkatan kualitas pembelajaran praktikum diharapkan akan meningkatkan daya saing lulusan Unismuh Kendari di pasar kerja.
Survei awal terhadap 120 alumni yang bekerja di berbagai industri menunjukkan bahwa 68 persen dari mereka menginginkan peningkatan kualitas praktikum selama menempuh pendidikan. Dengan modernisasi ini, institusi diharapkan dapat memenuhi ekspektasi pasar kerja yang semakin tinggi terhadap kompetensi praktikum lulusan.
Respons Positif dari Stakeholder
Program modernisasi Unit Laboratorium telah mendapat respons positif dari berbagai stakeholder. Senat Akademik Unismuh Kendari, dalam rapat resminya pada Februari 2026, memberikan dukungan penuh dan mengapresiasi inisiatif manajemen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum.
Asosiasi Industri Sulawesi Tenggara juga menyatakan dukungannya melalui Ketua Umum Ir. Suharno yang mengatakan bahwa modernisasi laboratorium kampus merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk menghasilkan tenaga kerja berkualitas.
“Kami lihat inisiatif ini sangat positif karena sesuai dengan kebutuhan industri akan tenaga kerja yang memiliki kemampuan praktik tinggi,” ujar Ir. Suharno dalam sebuah wawancara tertulis.
Mahasiswa juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. Ketua Umum Senat Mahasiswa, Ghina Aurellia, menyatakan bahwa mahasiswa sangat menantikan peluncuran program modernisasi sebagai wujud peningkatan kualitas pembelajaran.
Rencana Implementasi dan Timeline
Program modernisasi akan diimplementasikan secara bertahap. Fase pertama pada semester genap 2025/2026 (kuartal kedua 2026) fokus pada stabilisasi dan operasionalisasi laboratorium dengan peralatan baru. Fase kedua pada semester gasal 2026/2027 akan melakukan evaluasi dan refinement terhadap kurikulum praktikum terintegrasi berdasarkan pengalaman fase pertama.
“Timeline yang kami tetapkan realistis dan mempertimbangkan berbagai faktor teknis maupun administratif,” kata Dr. Hendra Sutrisno. “Kami juga membangun fleksibilitas dalam timeline untuk mengantisipasi perubahan atau kendala yang mungkin muncul.”
Penutup
Peluncuran program modernisasi Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari pada akhir Maret 2026 menandai komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran praktikum dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan investasi 2,8 miliar rupiah, perbaruan peralatan laboratorium, pengembangan kurikulum terintegrasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Unismuh Kendari memposisikan diri sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap dinamika kebutuhan pasar kerja.
Program ini diharapkan akan menghasilkan dampak signifikan terhadap kualitas lulusan dan kontribusi Unismuh Kendari terhadap pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. Ke depan, diharapkan program modernisasi ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum mereka.
Dengan dukungan penuh dari berbagai stakeholder dan implementasi yang terukur, Program Modernisasi Unit Laboratorium Unismuh Kendari diprediksi akan mencapai target dan ekspektasi yang telah ditetapkan, membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Kendari dan sekitarnya.
—
Jumlah kata: 1.847 kata