Kendari – Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari (UNIMUH Kendari) resmi meluncurkan penelitian inovatif yang menggabungkan keahlian dosen dan dedikasi mahasiswa dalam mengolah limbah perikanan menjadi bioplastik berkelanjutan. Penelitian bertajuk “Konversi Limbah Organik Perikanan Menjadi Biopolimer Ramah Lingkungan untuk Aplikasi Industri Lokal” ini dikemukakan pada Rabu, 03 April 2026, melalui seminar akademik yang dihadiri puluhan stakeholder pendidikan, industri, dan pemerintah daerah.
Inisiatif penelitian ini merupakan wujud nyata komitmen UNIMUH Kendari dalam mengembangkan teknologi berkelanjutan yang relevan dengan kondisi geografis Sulawesi Tenggara. Sebagai wilayah dengan potensi perikanan yang sangat besar, Kendari dan sekitarnya menghasilkan volume limbah organik perikanan yang mencapai puluhan ribu ton per tahun. Limbah tersebut umumnya dibuang ke laut tanpa melalui proses pengolahan yang tepat, menyebabkan degradasi lingkungan laut dan ekosistem pesisir.
“Kami melihat peluang luar biasa di sini. Limbah yang sebelumnya dianggap sebagai beban ekonomi dan lingkungan dapat ditransformasi menjadi bahan baku bernilai tinggi,” ujar Dr. Ir. Bambang Surya Wijaya, M.Sc., Ketua Unit Laboratorium UNIMUH Kendari, dalam kesempatan peluncuran penelitian tersebut. Bambang menjelaskan bahwa tim penelitinya telah melakukan riset pendahuluan selama enam bulan terakhir dengan hasil yang sangat menjanjikan.
Penelitian ini melibatkan kolaborasi intensif antara delapan dosen dari berbagai disiplin ilmu, mencakup Program Studi Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, dan Biologi Terapan, serta 24 mahasiswa tingkat akhir yang termotivasi tinggi. Tim peneliti memanfaatkan fasilitas laboratorium modern yang baru direnovasi dan dilengkapi peralatan analitik berstandar internasional, termasuk spektrofotometer UV-Vis, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan Fourier Transform Infrared (FTIR).
Metodologi dan Inovasi Penelitian
Metodologi penelitian ini menerapkan proses ekstraksi kitin dan kitosan dari cangkang dan limbah organ ikan melalui teknologi fermentasi aerobik dan enzimatis. Pada tahap selanjutnya, material yang dihasilkan dikombinasikan dengan polimer alami seperti selulosa dan polisakarida lainnya untuk menciptakan bioplastik dengan sifat mekanik yang kompetitif dengan plastik sintetis berbasis petrokimia.
“Keunggulan bioplastik hasil penelitian kami adalah tingkat biodegradabilitas yang mencapai 95 persen dalam waktu 120 hari di lingkungan alami, jauh lebih cepat dibanding plastik konvensional,” papar Dr. Siti Nurhaliza Pratama, Ketua Tim Peneliti dan Dosen Program Studi Teknik Kimia UNIMUH Kendari. Nurhaliza, yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2023, membawa pengalaman signifikan dalam bidang polimer dan material ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Nurhaliza menambahkan bahwa bioplastik ini dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan industri mulai dari kemasan makanan, tas belanja, hingga mulsa pertanian. “Kami sudah mengidentifikasi lima potensi mitra industri lokal yang sangat tertarik dengan hasil penelitian ini. Mereka melihat peluang komersial yang signifikan, terutama dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan produk ramah lingkungan,” jelasnya dengan antusias.
Keterlibatan Mahasiswa dan Pembelajaran Praktis
Salah satu aspek penting dari penelitian ini adalah intensitas keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahap proses penelitian. Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa tingkat empat Program Studi Teknik Kimia, adalah salah satu mahasiswa yang terlibat penuh sejak awal penelitian.
“Pengalaman ini mengubah cara saya memandang pendidikan teknik. Bukan hanya tentang teori di kelas, tetapi juga tentang menciptakan solusi nyata untuk masalah lingkungan yang kami lihat setiap hari di Kendari,” ungkap Rizki dengan penuh semangat. Mahasiswa yang berasal dari Baubau ini menghabiskan rata-rata 20 jam per minggu di laboratorium untuk melakukan eksperimen dan analisis data.
Sementara itu, Nurul Handayani, mahasiswi dari Program Studi Biologi Terapan yang juga terlibat dalam penelitian, menghargai pengalaman interdisipliner yang didapat. “Kami belajar bagaimana berbagai disiplin ilmu dapat bekerja bersama menyelesaikan satu masalah kompleks. Ini adalah pembelajaran yang tidak bisa didapat dari buku teks saja,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa ini juga membuka peluang bagi mereka untuk menyajikan hasil penelitian di berbagai forum akademik. Dua paper hasil penelitian preliminary telah diterima oleh Konferensi Nasional Teknologi Berkelanjutan, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2026.
Dukungan Institusional dan Pembiayaan
Rektor UNIMUH Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Ansyar, S.H., M.H., menekankan komitmen universitas dalam mendukung inisiatif penelitian seperti ini melalui alokasi dana dan fasilitas yang memadai.
“Penelitian ini sejalan dengan visi UNIMUH Kendari sebagai universitas yang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas tetapi juga berkontribusi aktif dalam menyelesaikan tantangan sosial dan lingkungan di daerah Sulawesi Tenggara,” kata Ansyar dalam pidato pembukaannya. Rektor menginformasikan bahwa universitas telah mengalokasikan dana penelitian sebesar Rp 850 juta untuk tahun pertama proyek ini, dengan rencana peningkatan anggaran pada tahun-tahun berikutnya.
Selain dukungan internal, penelitian ini juga menerima hibah kompetitif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Penelitian Fundamental sebesar Rp 620 juta. Dukungan finansial tersebut memungkinkan tim untuk melakukan riset dengan standar kualitas tinggi dan memperpanjang jangkauan penelitian hingga dua tahun ke depan.
Kolaborasi Strategis dengan Stakeholder Eksternal
Penelitian inovatif ini juga didukung oleh kolaborasi strategis dengan berbagai institusi dan perusahaan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara telah menjalin kerjasama untuk menyediakan sampel limbah perikanan dan memfasilitasi koneksi dengan pengusaha perikanan lokal.
“Penelitian UNIMUH Kendari ini sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan yang kami promosikan. Kami sangat tertarik untuk melihat hasil penelitian ini dapat diterapkan di industri perikanan lokal,” terang Ir. Andri Kusuma, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, PT Maju Jaya Plastik Indonesia, perusahaan manufaktur lokal terkemuka, telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan UNIMUH Kendari untuk melakukan uji coba skala pilot bioplastik hasil penelitian. “Kami sangat optimis bahwa produk ini dapat menjadi game-changer dalam industri kemasan di Indonesia. Selain itu, ini juga memperkuat komitmen kami terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Bambang Setiawan, Direktur Operasional PT Maju Jaya Plastik Indonesia.
Dampak Lingkungan dan Sosial Ekonomi
Penelitian ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi lokal. Jika berhasil dikomersialkan, bioplastik hasil penelitian dapat mengurangi ketergantungan terhadap plastik sintetis sekaligus menciptakan value chain baru yang melibatkan nelayan dan pengolah perikanan lokal.
Dr. Siti Nurhaliza memperkirakan bahwa jika model produksi diterapkan pada skala industri, dapat menyerap limbah perikanan sebanyak 5.000 ton per tahun dan menciptakan lapangan kerja baru untuk minimal 150 tenaga kerja terampil. “Dari sisi ekonomi, harga bioplastik kami diproyeksikan 15-20 persen lebih mahal dibanding plastik konvensional, tetapi dengan nilai tambah lingkungan yang signifikan, kami yakin pasar akan responsif,” jelasnya.
Lebih jauh, penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water).
Tantangan dan Rencana Pengembangan
Meskipun prospek penelitian ini sangat menjanjikan, tim peneliti juga mengakui beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah optimisasi biaya produksi agar dapat bersaing di pasar yang kompetitif.
“Kami masih bekerja untuk menurunkan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas produk. Ini adalah fokus utama kami untuk tahun penelitian ke depan,” ujar Dr. Bambang Surya Wijaya. Tim juga merencanakan ekspansi penelitian untuk mengeksplorasi aplikasi bioplastik dalam industri konstruksi dan otomotif.
Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan produk sampingan seperti pupuk organik dari residu limbah pengolahan. “Kami tidak ingin ada yang terbuang. Setiap komponen limbah perikanan akan kami ubah menjadi produk bernilai ekonomi,” tambah Nurhaliza dengan penuh keyakinan.
Penutup: Harapan untuk Masa Depan
Peluncuran penelitian inovatif di Unit Laboratorium UNIMUH Kendari ini merepresentasikan transformasi paradigma akademik yang semakin berorientasi pada solusi praktis dan berkelanjutan. Penelitian ini membuktikan bahwa universitas lokal dapat menjadi katalis perubahan positif dalam mengatasi tantangan lingkungan sambil menciptakan peluang ekonomi bagi komunitas lokal.
Rektor Muhammad Ansyar menutup seminar peluncuran dengan harapan yang tinggi. “Kami berharap penelitian ini bukan hanya menjadi kebanggaan UNIMUH Kendari, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas. Ini adalah wujud komitmen kami untuk pendidikan yang bermakna dan relevan,” katanya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, penelitian inovatif pengolahan limbah perikanan menjadi bioplastik ini diharapkan dapat mencapai milestone penting dalam fase penelitian berikutnya. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan secara berkala melalui jurnal nasional dan internasional, serta dipresentasikan di berbagai forum akademik untuk memaksimalkan diseminasi pengetahuan kepada komunitas ilmuwan dan industri.
Penelitian UNIMUH Kendari ini adalah bukti bahwa dari wilayah timur Indonesia, inovasi dan solusi berkelanjutan dapat diciptakan untuk mengatasi tantangan global sekaligus memberdayakan komunitas lokal.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan seminar peluncuran penelitian yang diselenggarakan oleh Unit Laboratorium UNIMUH Kendari pada 03 April 2026.