Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Prestasi gemilang datang dari Unit Laboratorium kampus yang berhasil menampilkan tiga mahasiswa sebagai pemenang dalam Kompetisi Riset Laboratorium Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Sabtu, 17 April 2026 lalu di Jakarta Convention Center.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi di Kendari dalam mengukir prestasi di tingkat nasional. Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Andi Pratama Wijaya (mahasiswa Program Studi Teknik Kimia), Siti Nurhaliza Mansyur (mahasiswa Program Studi Biologi), dan Muhammad Rizki Haeruddin (mahasiswa Program Studi Teknik Industri). Mereka berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dengan penelitian-penelitian inovatif yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Persiapan Intensif
Unit Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kendari, yang secara administratif berada di bawah Rektorat dan mendapat dukungan penuh dari Fakultas Sains dan Teknologi, telah menjadi pusat pengembangan penelitian dan inovasi mahasiswa selama lebih dari satu dekade. Fasilitas laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan modern dan didukung oleh dosen-dosen berkualifikasi tinggi menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide cemerlang mereka.
Persiapan ketiga mahasiswa pemenang dimulai sejak enam bulan sebelum kompetisi nasional diselenggarakan. Proses seleksi internal kampus sangat ketat dan kompetitif. Para peserta harus melalui beberapa tahap eliminasi, mulai dari presentasi proposal penelitian, validasi metodologi, hingga uji coba awal di laboratorium. Dari total 47 usulan penelitian yang masuk dari berbagai program studi di Unismuh Kendari, hanya 12 proposal yang lolos untuk dikembangkan lebih lanjut. Dari 12 proposal tersebut, akhirnya tiga karya mahasiswa terpilih untuk mewakili kampus di tingkat nasional.
Andi Pratama Wijaya dengan judul penelitiannya “Pengembangan Bioplastik Biodegradabel dari Limbah Ampas Kelapa sebagai Solusi Pencemaran Plastik Konvensional di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara” berhasil meraih Juara II dalam kategori Teknologi Berkelanjutan. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan limbah pertanian lokal untuk menciptakan alternatif plastik yang ramah lingkungan, dengan aplikasi praktis yang dapat diimplementasikan di komunitas pesisir.
Siti Nurhaliza Mansyur mempersembahkan penelitian berjudul “Eksplorasi Potensi Mikroorganisme Endemik Perairan Teluk Kendari sebagai Agen Bioremediasi Logam Berat”. Penelitian ini meraih penghargaan Harapan III dalam kategori Bioteknologi Lingkungan. Karya Nurhaliza menunjukkan upaya serius dalam mengatasi masalah pencemaran air yang menjadi tantangan ekologis signifikan di wilayah Kendari.
Sedangkan Muhammad Rizki Haeruddin dengan penelitian “Optimisasi Sistem Manajemen Energi Terbarukan untuk Industri Kecil dan Menengah di Daerah Terpencil Sulawesi Tenggara” berhasil meraih Juara II dalam kategori Efisiensi Energi. Penelitian Rizki menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan aksesibilitas energi terbarukan bagi komunitas industri kecil di daerah-daerah terpencil.
Metodologi dan Keunggulan Penelitian
Keunggulan ketiga penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan kebutuhan akademis dengan konteks sosial-ekonomi lokal. Ketiga mahasiswa tidak hanya fokus pada teori belaka, tetapi juga mengembangkan prototipe dan model implementasi yang dapat langsung diaplikasikan di masyarakat.
Dalam penelitiannya, Andi Pratama melakukan lebih dari 200 kali percobaan laboratorium untuk menemukan formula bioplastik yang optimal. Dia menggunakan limbah kelapa dari petani lokal di Kabupaten Konawe dan sekitarnya sebagai bahan baku utama. Hasilnya, bioplastik yang dikembangkan memiliki tingkat biodegradabilitas 87 persen dalam waktu 180 hari, jauh melampaui standar internasional yang mempersyaratkan 90 persen dalam 365 hari.
“Saya ingin menunjukkan bahwa penelitian berkualitas tinggi tidak hanya bisa dilakukan di universitas-universitas besar di Jawa,” kata Andi Pratama dalam wawancara eksklusif dengan media kampus, seperti dikutip Minggu (18 April 2026). “Dengan fasilitas yang tepat dan dedikasi, mahasiswa dari Kendari pun bisa bersaing di tingkat nasional. Unit Laboratorium Unismuh Kendari memberikan kami semua yang kami butuhkan untuk mewujudkan ide-ide kami.”
Siti Nurhaliza, dalam risetnya, melakukan isolasi dan identifikasi 47 strain mikroorganisme baru dari berbagai titik sampling di Teluk Kendari. Melalui serangkaian tes biosorpsi, dia menemukan tiga strain yang memiliki efektivitas tinggi dalam menyerap merkuri dan timbal dari sampel air tercemar. Penelitian Nurhaliza mendapat apresiasi khusus dari panel penilai karena pendekatan multidisiplinnya yang menggabungkan biologi, kimia lingkungan, dan ekologi.
“Proses penelitian ini mengajarkan saya pentingnya observasi mendalam dan kerja keras yang konsisten. Setiap hari selama enam bulan, saya berada di laboratorium, melakukan isolasi, kultur, dan testing. Hasilnya memang memuaskan, dan saya bangga bisa berkontribusi pada upaya pemulihan lingkungan Kendari,” ungkap Nurhaliza dengan antusiasme tinggi.
Muhammad Rizki Haeruddin, pada sisi lain, melakukan studi literatur komprehensif tentang teknologi energi terbarukan yang paling feasible untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Dia kemudian mengembangkan sebuah software simulasi manajemen energi yang dapat digunakan oleh industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengoptimalkan penggunaan panel surya dan turbin angin. Prototipe software ini telah diuji coba di lima lokasi IKM di Kabupaten Konawe dan terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 43 persen.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syaiful Edri, M.Si., memberikan respons antusias terhadap prestasi mahasiswanya.
“Prestasi ini adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap permasalahan sosial dan lingkungan di sekitar mereka,” ujar Prof. Syaiful Edri dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Unismuh Kendari pada Senin (18 April 2026).
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa prestasi ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan strategis jangka panjang. “Kami telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan untuk membangun Unit Laboratorium yang kompetitif. Kami juga merekrut dosen-dosen berkualifikasi doktor dari berbagai universitas terkemuka untuk membimbing mahasiswa dalam penelitian mereka. Semua ini dilakukan agar mahasiswa Unismuh Kendari bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan,” tambah Prof. Syaiful Edri.
Direktur Unit Laboratorium, Dr. Eng. Bambang Setiawan, Ph.D., juga menyuarakan kebanggaannya. Menurutnya, kesuksesan ketiga mahasiswa ini adalah hasil dari ekosistem penelitian yang mendukung di kampus.
“Unit Laboratorium kami dirancang bukan hanya sebagai tempat praktikum, tetapi juga sebagai incubator inovasi. Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menciptakan sesuatu yang baru dan bermakna. Ketiga mahasiswa ini adalah contoh sempurna dari filosofi tersebut,” jelas Dr. Bambang Setiawan dalam pernyataan terpisah.
Ketua Program Studi Teknik Kimia, Dr. Rifa’i Hanifudin, S.T., M.T., menyatakan bahwa prestasi Andi Pratama akan menjadi motivasi bagi mahasiswa program studi lainnya. “Andi telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, seorang mahasiswa dari Kendari bisa meraih penghargaan nasional. Ini akan menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menghasilkan penelitian berkualitas tinggi,” ujar Dr. Rifa’i.
Dampak Terhadap Ekosistem Akademik Kampus
Prestasi ini diharapkan membawa dampak positif yang lebih luas bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, reputasi kampus akan meningkat secara signifikan, khususnya di ranah penelitian dan inovasi. Hal ini akan menarik minat calon mahasiswa berkualitas tinggi untuk mendaftar di Unismuh Kendari.
Kedua, pencapaian ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi intelektual yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Dengan prestasi ini, diharapkan akan terjadi pergeseran persepsi bahwa penelitian berkualitas tinggi hanya bisa dilakukan di pusat-pusat pendidikan yang berada di pulau Jawa.
Ketiga, penelitian-penelitian yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa pemenang ini memiliki aplikasi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara. Bioplastik dari limbah kelapa, mikroorganisme untuk bioremediasi, dan sistem manajemen energi terbarukan adalah solusi nyata untuk permasalahan lingkungan dan keberlanjutan yang dihadapi wilayah ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga merespons positif pencapaian ini. Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Prov. Sultra, Drs. H. Muh. Jahja, M.Si., mengapresiasi peran Unismuh Kendari dalam mengembangkan penelitian lokal yang berkelanjutan.
“Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki kemampuan untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis sumber daya lokal. Kami siap mendukung implementasi hasil-hasil penelitian ini di masyarakat melalui berbagai program dan dana pembangunan daerah,” ujar Asisten Perekonomian dalam sebuah pertemuan dengan Rektor Unismuh Kendari yang diadakan akhir pekan lalu.
Tantangan dan Rencana Kedepan
Meskipun meraih prestasi gemilang, ketiga mahasiswa pemenang juga menyadari bahwa perjalanan mereka baru dimulai. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian mereka dan berupaya mentransformasi hasil-hasil penelitian menjadi produk atau layanan yang dapat diimplementasikan di masyarakat.
Andi Pratama berencana melanjutkan risetnya ke tahap pengembangan skala semi-industrial. Dia telah menjalin kerjasama dengan beberapa kelompok tani di Konawe untuk mengumpulkan bahan baku limbah kelapa secara berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan unit produksi bioplastik skala kecil yang dapat memberikan nilai tambah bagi petani lokal.
Siti Nurhaliza berencana melanjutkan studi lanjutnya ke jenjang magister dengan fokus yang sama pada bioremediasi. Dia ingin mengembangkan teknologi bioremediasi ini sehingga dapat diterapkan secara luas untuk mengatasi pencemaran air di berbagai lokasi di Sulawesi Tenggara.
Muhammad Rizki Haeruddin ingin memformalkan software yang dikembangkannya menjadi sebuah produk yang dapat diperdagangkan. Dia juga berminat untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di bidang energi terbarukan di universitas-universitas terkemuka di Eropa.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah merencanakan program-program pendukung untuk memfasilitasi kelanjutan penelitian ketiga mahasiswa ini. Unit Laboratorium akan terus memberikan akses fasilitas dan bimbingan dari dosen-dosen berkualifikasi. Pihak rektorat juga berencana mengajukan proposal penelitian ke berbagai lembaga pendanaan penelitian nasional, seperti Kementerian Riset dan Teknologi, untuk mendapatkan dana penelitian lanjutan.
Penutup
Pencapaian Andi Pratama Wijaya, Siti Nurhaliza Mansyur, dan Muhammad Rizki Haeruddin di Kompetisi Riset Laboratorium Nasional 2026 adalah milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan fasilitas yang tepat, pembimbingan yang berkualitas, dan semangat yang tinggi, mahasiswa dari daerah dapat menghasilkan penelitian yang kompetitif di tingkat nasional.
Seiring dengan momentum ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Investasi dalam infrastruktur laboratorium, rekrutmen dosen berkualifikasi tinggi, dan penciptaan ekosistem akademik yang supportif akan terus ditingkatkan. Diharapkan prestasi yang telah diraih kali ini bukan hanya puncak kesuksesan, melainkan awal dari serangkaian prestasi-prestasi gemilang yang akan terus lahir dari